Natasha

Hari itu adalah hari yang tidak akan bisa aku lupakan wanita yang aku suka dari umurku 8 tahun sudah meninggilkan aku dari dunia ini. Dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuh yang tanpa busana luka lebam di sekujur tubuh. Luka bekas cekikan di lehernya. Ku temukan dia di dalam ruang tamu rumahnya. AAAAAARRRGGHHHH !!! apa yang terjadi ?! siapa yang melakukannya ?! Akan kubunuh orang yang melakukan ini, bagimanapun caranya.

Setelah pulang sekolah seperti biasa aku selalu pulang kerumah. Tidak seperti teman-temanku yang pergi bermain atau mengikuti kegiatan ekskul. Aku adalah anak dari keluarga sederhana. Dirumah, aku hanya tinggal berdua dengan ibuku. Keluargaku telah bercerai semenjak umurku 4 tahun. Ibuku bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan yang cukup terkenal. Dan namaku Rhody, Rhody Burn. Aku mempunyai adik perempuan yang berumur 12 tahun. Setiap pulang sekolah aku harus menyiapkan makan malam untuk keluargaku. Jadi aku harus pulang cepat. Ditambah aku harus menjaga adik perempuanku itu.

Aku mempunyai tetangga yang baik hati namanya Natasha Ron. Dia yang menjag adikku sampai aku pulang. Natasha sudah seperti keluarga kami sendiri ibuku sangat baik kepadanya begitu juga sebaliknya. Dia sangat menyukai anak kecil apalagi perempuan. Makanya dia sangat senang membantu merawat adikku. Semenjak kecil kami selalu bermain bersama. Dia adalah gadis cantik dengan tinggi 168 cm, kakinya yang langsing, rambut hitam panjang yang sering dia kuncir kuda, kulitnya yang putih namun tidak sehat karena ia jarang keluar rumah, sayangnya ia menderita kebisuan akibat luka traumatik yang terjadi padanya. Jadi ia berbicara dengan menulis. Ia selalu membawa buku catatan dan pulpen bersamanya. Walaupun begitu aku menyukainya.

Malam itu adalah malam yang sangat penting buatku. Malam diman aku akan menyatakan perasaanku kepada Natasha. Sehari sebelumnya aku sudah mengajaknya untuk jalan-jalan ke alun-alun kota London untuk melihat kembang api tahun baru.

Aku sudah sibuk dari sore hari memilih pakaian apa yang pas untuk mendampingi Natasha nanti. Akhirnya pilihanku jatuh pada kaos putih dengan gambar abstrak di depannya serta ada tulisan di belakangnya, celan jeans, dan sepatu sneakers.

Akhirnya aku berangkat, tidak lupa aku mengambil jaketku. Karena di luar sangat dingin sekarang. Akupun keluar rumah dengan senang hati dan deg-degkan karena aku akan menyatakan cintaku nanti.

Aku berjalan namun berhenti sebentar di rumah Natasha. Namun, aku tidak menunggunya aku hanya ingin melihatnya sebentar. Kami tidak pergi bersamaan, kami janjian bertemu di alun-alun. Akupun pergi menuju alun-alun.

Kami janjian pukul 10 malam karena aku takut dia menunggu aku berangkat jam 8.30 malam dan aku sampai disana pukul 9.30 malam. Ya perjalanan dari rumahku sampai di alun-alun kota memanga agak jauh memakan waktu hampir 1 jam perjalanan menggunakan kereta expres. Aku menunggu sampai jam 10 namun aku tidak melihatnya aku menunggu lagi sampai jam 10.30 namun ia juga tidak kelihatan. Dalam hatiku mungkin ia salah tempat aku akan coba mencarinya. Namun, ia juga tidak ada di alun-alun. Jam 11.30 aku memutuskan untuk pulang.

Dengan perasaan kesal dan kecewa serta capek aku pulang. Akhirnya aku sampai pukul 12.40. Aku tidak langsung pulang kerumah tapi aku mampir dulu ke rumah Natasha. Aku pencet belnya berkali-kali namun tidak ada jawaban. Aku melihat ada sedikit cahaya celah kecil pintu rumahnya yang sedikit terbuka.Aku masuk dan yang aku liat adalah…

Dan yang aku liat adalah ruang tamu yang berantakan, sangat berantakan dan ada pakaian yang tergeletak di lantai. Aku ambil bajunya tercium bau parfum yang sangat khas. Tidak jauh dari baju tadi ada bercak darah. Aku ikuti bercak darah tersebut dan yang kulihat adalah Natasha dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuh yang tanpa busana luka lebam di sekujur tubuh. Luka bekas cekikan di lehernya.

Dia adalah korban pemerkosaan. Aku jatuh terduduk, siapa yang bisa melakukan setega ini ?! tadi siang aku baru saja berbicara dengannya dan masih bercanda tawa dengannya. Namun sekarang Natasha wanita yang aku suka dari kecil telah tiada dengan keadaan yang sangat tidak wajar seperti ini. Dalam keadaan labil aku mendengar suara. Suara seseorang yang sangat kukenal. SUARA NATASHA…

To Be Continue….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s