Taktik Sang Jendral Kopasus Baru Saja Dimulai

Untuk kali ini kita akan berbicara fakta. Terserah kalian mau membenci saya atau malah mendukung saya.

Akhirnya hal yang paling saya nantikan pun tiba. Dimana langkah “spektakuler” dari sosok Prabowo Subianto dimulai.

Rabu siang kemarin, sejarah demokrasi Indonesia akan mencatat sebuah gebrakan. Gebrakan dimana 2-3-9 atau bahkan 10 nyamuk pun tertangkap.

  1. Ternyata selain memakai bahasa “bloko suto” Prabowo juga bisa memakai bahasa bersayap ala orang Jawa. Bahkan levelnya sangat tinggi. Halus dan bagi yang tidak paham istilah “quote on quote” atau kalimat tersirat akan terjebak atau salah paham.Bayangkan, kata “MENOLAK PILPRES” langsung diartikan mengundurkan diri. Padahal tidak ada satu pun kata “mundur” terucap dari bibir beliau, kecuali meminta saksi Tim Merah Putih yang sedang berada di KPU untuk tidak meneruskan pleno perhitungan suara.Jelas, Prabowo sedang menkritisi cara kerja KPU yang dinilainya tidak adil, tidak demokratis dan tidak teliti terhadap banyaknya kejadian kecurangan yang massiv dan diduganya terorganisir dan termobilisasi.
    Hal yang sangat membahayakan untuk proses demokrasi di Indonesia tercinta ini.
  2. Statement “Menolak (cara) Pilpres 2014” siang ini tentu langsung menggemparkan dunia. Khususnya negara-negara yang menganut paham demokrasi. Dunia dipaksa ikut terlibat dalam cara kerja dan pelaksanaan Pilpres 2014 ini. Saya yakin, KPU pasti menyadari ini. kalau tidak sadar tentu aneh sekali, sedangkan beritanya sudah masuk dalam chanel berita terbesar milik “simbah” nya demokrasi, CNN. (http://edition.cnn.com/2014/07/21/world/asia/indonesia-election-result/)
    Hal yang juga sekaligus menunjukan ke seluruh dunia tentang sosok paling berwibawa dan berpengaruh di Indonesia saat ini siapa?
  3. Beberapa waktu sebelum penolakan ini, beredar video tentang adanya data rekapitulasi Pilpres dari intelejen TNI/POLRI yang menyatakan bahwa Prabowo memenangkan Pilpres ini dengan prosentase 54%.
    Data yang menurut Umar Abduh, seorang pengamat intelejen–lebih lengkap dan detai daripada KPU. Dan yang mengherankan, kenapa dalam rekapitulasi versi KPU hasilnya jadi bergeser?
    http://www.youtube.com/watch?v=x8WoJBklpVE
  4. Ya, tembakan ke KPU yang dinilai tidak fair membuat 54% rakyat Indonesia (versi data TNI) atau 47% versi KPU tentu membuat jabatan yang diemban JKW-JK terasa tidak sempurna. KPU dianggap cacat hukum karena pelaksanaan yang ala kadarnya dan kini disorot dunia.
    Padahal, saya tahu–jika masih memakai cara-cara lama dan mengikuti “aturan main” kubu sebelah, jika Prabowo kalah dalam pengumuman versi KPU maka Prabowo akan ke MK dan sudah dipastikan, pesta kambing guling kemenangan akan terhidang.
    Namun kini, dari jumpa pers kemenangan Jokowi-JK oleh Megawati–tampak wajah keduanya murung. Tidak mensiratkan kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki.
    Selain itu, teori-teori ala akun anomin yang rajin ngetweet sperti Trio macan atau Kurawa jadi terbantahkan semua. Prabowo tak sebodoh itu kawan-kawan. Hehehe.
  5. MERINGANKAN BEBAN MAHKAMAH KONSTITUSI
    Ya, jika Prabowo maju setelah pengumuman KPU–langsung keyword “tidak legowo” yang mungkin sedang dipersiapkan langsung tergelar dan semakin menyudutkan beliau. Sedangkan sekarang, yang ada adalah munculnya keyword “Prabowo kok begini?”. pertanyaan setengah mengejek namun juga setengah kebingungan. Hehehe..
    .
    Dari sisi MK sendiri, jelas dengan “penolakan” ini membuat institusi ini sedikit rileks. Jikalau selama ini MK hanya sebagai “tempat sampah” kasus sengketa politik, sekarang malah KPU yang di todong berbenah diri serambi MK mengumpulkan data tambahan dari TNI/POLRI yang konon siap memberikan datanya jika diminta.
    Itu pun kalau Prabowo maju ke MK. Kalau nggak? rakyat akhirnya bisa menilai siapa yang tulus dan ikhlas dalam pencapresan ini.
  6. PEMURNIAN TIM & DUKUNGAN RAKYATYa, dalam kondisi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia atau dunia dalam ranah berdemokrasi ini–banyaknya reaksi bawah sadar dengan penolakan Prabowo ini.Ada yang menangis tersedu karena kecintaan kepada pemimpin besarnya, ada yang mendadak berpaling mencari posisi aman khas oportunis, ada mendadak nyinyir setelah sekian lama dipendamnya rasa benci didalam hatinya atau ada yang tersenyum paham atas langkah strategis yang luar biasa ini sembari mengingat kejadian jaman Nabi saat isra’ & mi’raj yang menguji keimanan umatnya atas kejadian “tidak masuk akal” atas perjalanan melintasi 7 langit ini.Kalau pun ada yang nyinyir tapi mereka tetangga sebelah ya saya maklum, namanya kompetitor dan masih wajarlah jika dilakukan di socmed. Namanya juga ber “demokrasi”. Palingan pas lebaran juga makan opornya juga bakal barengan lagi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s